
Khaleej Times Jobs – Budiman Sudjatmiko menjadi sorotan publik setelah dilantik sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2024 di Istana Negara Jakarta. Langkah politiknya kembali menarik perhatian karena sebelumnya banyak yang memperkirakan dirinya akan ditunjuk menjadi wakil menteri. Kehadirannya di Kertanegara saat pemanggilan calon wakil menteri memperkuat dugaan tersebut. Namun pada saat pelantikan 56 wakil menteri pada 21 Oktober, namanya tidak tercantum dalam daftar. Perjalanan hidup Budiman penuh dengan dinamika dari seorang aktivis lantang di era Orde Baru hingga kini menempati posisi strategis dalam pemerintahan. Pengalaman panjangnya dalam dunia politik, perjuangan, serta latar belakang akademik yang kuat menjadi alasan mengapa kiprahnya terus mencuri perhatian publik.
Budiman Sudjatmiko dikenal luas sebagai salah satu aktivis yang vokal dalam menentang pemerintahan Orde Baru. Ia mulai aktif dalam pergerakan mahasiswa pada awal 1990-an. Bersama rekan-rekannya, Budiman mendirikan Partai Rakyat Demokratik atau PRD sekitar tahun 1994. PRD lahir dari semangat organisasi Persatuan Rakyat Demokratik yang mewadahi mahasiswa, buruh, petani, dan aktivis di berbagai daerah Indonesia. Nama Budiman mulai diperbincangkan secara nasional ketika ia ditangkap setelah kerusuhan di kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia di Menteng Jakarta pada 27 Juli 1996. Peristiwa Kudatuli itu menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai ratusan lainnya. Budiman kemudian divonis 13 tahun penjara pada 1997 karena dianggap aktor intelektual. Namun, ia hanya menjalani 3,5 tahun kurungan setelah menerima amnesti dari Presiden Abdurrahman Wahid. Pengalaman kelam ini justru membentuk karakter politik Budiman yang kuat dan konsisten.
Budiman Sudjatmiko mulai kembali aktif di dunia politik setelah dibebaskan pada akhir 1999. Ia memutuskan bergabung dengan PDI Perjuangan pada 2004. Bersama partai tersebut, Budiman berhasil duduk sebagai anggota DPR RI selama dua periode berturut-turut yaitu 2009 sampai 2014 dan 2014 sampai 2019. Ia dikenal aktif dalam berbagai isu kerakyatan termasuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Namun pada Agustus 2024, PDI Perjuangan memecat Budiman setelah ia menyatakan dukungan terhadap Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2024. Keputusan itu menuai perhatian besar karena PDI Perjuangan mengusung Ganjar Pranowo. Setelah keluar dari partai, Budiman bergerak cepat dengan bergabung dalam dewan pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo Gibran. Langkah politiknya dianggap strategis karena ia tidak bergabung ke partai politik mana pun, memperlihatkan fleksibilitasnya dalam manuver politik nasional.
“Simak juga: Banjir Medan Makin Parah! 5 Kecamatan Lumpuh Total, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi”
Selain dikenal sebagai aktivis dan politisi, Budiman Sudjatmiko memiliki latar belakang akademik yang sangat kuat. Ia menempuh pendidikan tinggi dan meraih gelar master dalam bidang Hubungan Internasional dari Universitas Cambridge Inggris. Pendidikan tersebut memberinya perspektif luas mengenai geopolitik dan pembangunan global. Pengetahuan akademik ini turut memperkuat peran Budiman dalam merumuskan strategi pembangunan nasional dan pengentasan kemiskinan. Dengan pemahaman yang komprehensif, Budiman dipercaya dapat membawa gagasan inovatif dalam kebijakan publik. Ia juga dikenal sebagai sosok yang aktif memberikan gagasan di berbagai forum diskusi nasional maupun internasional. Pandangan-pandangannya sering kali menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan dan keadilan sosial. Latar belakang akademik ini menjadi salah satu alasan mengapa penunjukannya sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan mendapat banyak perhatian.
Harta kekayaan Budiman Sudjatmiko juga menjadi sorotan publik setelah penunjukannya sebagai pejabat tinggi negara. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi pada 29 Maret 2019, total harta Budiman tercatat sebesar Rp 1.794.412.938. Harta ini meliputi tanah dan bangunan di Jakarta Timur senilai Rp 1,5 miliar, satu unit mobil Nissan Evalia tahun 2021 seharga Rp 95 juta, satu unit Mitsubishi Mirage tahun 2013 senilai Rp 85 juta, harta bergerak lain Rp 9 juta, harta lainnya Rp 25 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp 80.412.938. Transparansi kekayaan ini menunjukkan bagaimana Budiman membuka ruang publik untuk mengawasi integritasnya. Meski jumlah hartanya tidak sebesar pejabat lainnya, publik tetap menaruh perhatian karena posisinya kini sangat strategis dalam program pengentasan kemiskinan nasional.
Tugas besar menanti Budiman Sudjatmiko dalam jabatannya sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Posisi ini sangat penting mengingat kemiskinan masih menjadi salah satu persoalan utama bangsa. Budiman diharapkan dapat menerjemahkan pengalaman politik, aktivisme, dan pengetahuannya dalam kebijakan konkret untuk membantu jutaan masyarakat miskin. Tantangan tersebut tidak kecil karena berkaitan dengan koordinasi lintas sektor, pembiayaan, serta sinergi pemerintah pusat dan daerah. Keberhasilan Budiman akan menjadi tolok ukur bagi efektivitas lembaga ini dalam beberapa tahun ke depan. Pengalaman panjangnya di dunia politik dan gerakan rakyat diyakini dapat menjadi modal kuat dalam menghadapi berbagai hambatan. Publik kini menunggu langkah nyata dari sosok yang selama ini dikenal vokal dan kritis dalam memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.
Artikel ini bersumber dari nasional.kompas.com dan untuk lebih lengkapnya kalian bisa baca di khaleejtimesjobs
Penulis : Sarah Azhari
Editor : Anisa
Khaleej Times Jobs skill digital pencari kerja semakin menentukan keberhasilan pelamar menghadapi persaingan ketat di berbagai sektor industri saat ini.…
Khaleej Times Jobs menjelaskan cara menghindari lowongan palsu di internet karena maraknya penipuan rekrutmen yang menargetkan para pencari kerja. Kenapa…
Khaleej Times Jobs Gelombang perpindahan kerja meningkat karena banyak profesional ingin mencari lingkungan yang lebih sehat dan seimbang setelah merasa…
Khaleej Times Jobs – Bisnis rumahan modal kecil kini semakin digemari karena menawarkan peluang besar tanpa membutuhkan investasi tinggi. Banyak…
Memahami Isu Penolakan Tenaga Kerja Indonesia di Korea Selatan Secara Lebih Jernih Khaleej Times Jobs – Isu penolakan tenaga kerja…
Peluang Karier Menarik di Industri Pembiayaan Khaleej Times Jobs – Dunia finansial di Indonesia terus berkembang pesat, dan PT BFI Finance…